Tiap Pemukiman di Tangsel Mulai Terapkan Daur Ulang Sampah Plastik

oleh

Monitor, Tangsel – Indonesia merupakan negara nomor 2 produsen terbesar sampah plastik di dunia setelah Tiongkok. Dari kompilasi data yang ada menyebutkan, tiap tahun ada 64 juta ton sampah di Indonesia dengan rincian sebanyak 14 persennya adalah sampah plastik.

Ironisnya, sekira 1,29 juta ton sampah itu hanyut dan mengotori lautan. Kondisi demikian bahkan pernah disorot oleh Bank Dunia. Kini penanganan sampah plastik khususnya tidak bisa diselesaikan hanya di hulu saja, karena bagaimanapun persoalan di hilir harus pula dituntaskan.

Menyikapi persoalan itu, kini tiap pemukiman di Serpong BSD, Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menerapkan upaya daur ulang limbah plastik. Sampah plastik dikumpulkan dari rumah ke rumah, lalu diangkut ke suatu tempat penampungan untuk dipilah-pilah

“Kita menekan sebesar mungkin agar penggunaan plastik itu bisa diminimalisir. Tidak bisa hanya pemerintah sendiri, kita harus memberdayakan masyarakat, semua pihak harus dilibatkan,” terang Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, usai menyaksikan pelatihan daur ulang sampah plastik di Perumahan Green Cove, Serpong, Minggu (24/2/2020).

Sampah plastik yang sudah dipilah-pilah itu lalu didaur ulang, hingga menghasilkan material yang bisa digunakan membuat sabun pencuci piring dan pembersih lantai. Upaya tersebut cukup efektif menarik animo masyarakat agar terlibat aktif mendaur ulang sampah plastik.

“Ini upayanya cukup signifikan, kita apresiasi kepedulian dan kesadaran masyarakat di kawasan ini terhadap keinginannya menekan sampah plastik. Harapan kita hal ini bisa meluas ke wilayah lain di Tangsel. Jadi satu sisi mendaur ulang, sisi lainnya mengasilkan income juga buat masyarakat,” ucapnya.

Program pelestarian alam dan lingkungan ini bertajuk ‘Pelestarian Lingkungan Green Habbit 2.0’. Secara umum, edukasi pemilahan sampah yang dilatih adalah daur ulang terhadap sampah organik dan anorganik (plastik). Yayasan Buddha Tzu Chi dan Sinar Mas Land merupakan dua lembaga yang menggagas program tersebut.

“Kami mengajak seluruh warga untuk berkontribusi mengelola sampah guna meningkatkan kesadaran mereka terhadap lingkungan. Dengan memilah sampah, warga akan memeroleh berbagai keuntungan ekonomi, sekaligus memudahkan proses daur ulang sampah di tahap berikutnya,” jelas Ignesjz Kemalawarta, Director Sinarmas Land di lokasi.

Menurut dia, tiap perumahan atau kluster terus dilatih dan diarahkan untuk mengumpulkan dan memisahkan sampah plastik. Untuk tahap awal sudah 2 titik pemukiman yang menerapkan. Berikutnya seluruh titik pemukiman di kawasan BSD Serpong akan digandeng melakukan hal yang sama.

“Baru dua tempat, nanti ke depan total ada 50 titik di kawasan BSD. Semua nanti akan menerapkan ini. Satu titik pemukiman itu dihuni sekira 250 hingga 300 Kepala Keluarga (KK). Sehingga kalau sudah berjalan semua, hasilnya cukup signifikan dan bisa meluas ke wilayah lain,” pungkasnya.

Sebenarnya, secara umum persoalan sampah di Kota Tangsel menjadi isu yang pelik. Hingga menjelang akhir dari periode kedua kepemimpinan Wali Kota Airin dan Benyamin Davnie tahun ini, masalah sampah belum tuntas diatasi. Walaupun belakangan, Pemerintah Kota Tangsel tengah menjajaki kerjasama membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). (bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *