Tinggal Seorang Diri, Nenek Inah Sempat Panik Rumahnya Kebanjiran

oleh
Ketinggian banjir yang merendam rumah Nenek Inah mencapai sekitar 1 meter.

Monitor, Tangsel – Akibat curah hujan yang tinggi yang terjadi pada malam pergantian tahun baru hingga Rabu pagi (1/1/2019) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan sekitarnya mengalami kebanjiran.

Diantaranya, banjir merendam sejumlah rumah di RT 001/003 Kelurahan Jurang Mangu Timur, Pondok Aren Kota Tangsel dengan ketinggian mencapai 1 meter.

Salah satu rumah yang paling parah terendam banjir milik Nenek Inah. Itu karena rumah tersebut posisinya berada di ujung gang dan datarannya yang paling bawah.

Nenek Inah mengaku sempat panik karena air banjir datang secara tiba-tiba dan dalam hitungan menit air yang sudah keruh itu dengan cepat merendam rumahnya.

“Masih pagi kejadiannya, sekitar setengah enam pagi,” kata Nenek Inah, Rabu (1/1/3019).

Akibat banjir tersebut banyak barang-barang dagangannya yang ikut hanyut terbawa arus banjir. “Banyak barang-barang dagangan yang hilang. Yang masih ada di rumah juga kerendem semua,” ucap Nenek Inah sedih.

Nenek Inah dibantu tetangga mengungsi

Selama ini Nenek Inah tinggal di rumahnya seorang diri dan membuka warung kecil-kecilan di dalam rumahnya itu. Beberapa anaknya sudah pada punya keluarga masing-masing dan tinggal agak jauh.

Nenek Inah lalu menceritakan detik-detik banjir itu merendam rumahnya. “Saat itu saya lagi duduk-duduk depan rumah sambil ngobrol sama tetangga, saya liat kok ada air keruh kayak air dari longsoran masuk ke jalan gang. Saya fikir gak akan banyak, eh ternyata air dengan cepat terus bertambah dan mulai masuk ke pekarangan rumah. Saya semakin panik, karena pas masuk ke dalam ternyata air sudah banyak masuk,” cerita Nenek Inah.

Ia mengaku tak pernah menyangka akan kebanjiran seperti ini karena selama dirinya tinggal di wilayah itu baru kali ini rumahnya kebanjiran. “Selama saya tinggal disini, baru kali ini kebanjiran,” ucapnya.

Ia pun mengaku tak banyak barang yang bisa diselamatkan karena sudah tua sehingga tenaganya yang sudah tak kuat lagi. Ia dibantu tetangganya lalu mengungsi ke rumah tetangga lain yang tidak terkena banjir.

Sementara, beberapa warga lainnya menduga banjir ini terjadi akibat selokan yang sudah tak mampu lagi menampung limpahan air yang banyak. Mereka juga sempat menyinggung adanya kemungkinan banjir ini akibat adanya perumahan baru yang dibangun di lahan bekas rawa di sekitar wilayah tersebut.

“Banjir ini baru pertama kali terjadi disini. Kalau dulu kan ada rawa, sehingga air gak langsung kesini tertampung di rawa. Kalau sekarang, karena rawanya sudah dibangun perumahan jadi air langsung melimpah kesini, sementara selokannya kecil,” ungkap warga.

Mereka pun berharap pemerintah turun tangan untuk mengantisipasi agar kedepan tidak terjadi lagi banjir di wilayah tersebut. (mt02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *