Tingkatkan Kualitas SDM, PHRI Kota Tangerang Gelar Uji Kompetensi

oleh

Monitor, Kota- Untuk meningkatan kualitas SDM tenaga kerja dan daya saing dibidang perhotelan dan restoran, Badan Pengurus Cabang Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC-PHRI) Kota Tangerang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Hospitality Cakrawala Indonesia (HCI) mengadakan Uji Kompetensi terhadap tenaga kerja perhotelan dan restoran yang ada di Kota Tangerang.

Acara yang digelar pada, Kamis (04/04/2019) pagi itu, bertempat di Hotel Golden Tulip, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang yang diikuti sebanyak 275 Asesi (peserta-red). Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Walikota Tangerang, H. Sachrudin. Turut hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Hj. Rina Ningsih, Ketua PHRI Kota Tangerang Oman Jumansyah dan pengurus PHRI Provinsi Banten, serta Badan Nasional Setifikasi Profesi (BNSP) dan Kementrian Pariwisata.

Ketua PHRI Kota Tangerang, Oman Jumansyah mengatakan, uji kompetensi ini sebagai bentuk komitmen PHRI Kota Tangerang dalam meningkatkan potensi dan kualitas SDM di bidang hotel dan restoran.

“Ya, sertifikasi uji kompetensi ini untuk ketiga kalinya. Kita jangan jadi penonton di tempat sendiri. Ini momentum kita untuk mampu berkompetisi, sehingga tercipta kualitas daya saing yang bisa diandalkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Oman menjelaskan, para peserta diuji untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi di bidangnya masing-masing. Dari 275 peserta yang ikut, belum tentu semuanya mendapatkan sertifikat profesi. Dan bagi peserta yang belum berhasil mendapatkan sertifikat di uji kompetensi ini, bisa mengulang kembali setelah enam bulan kemudian.

“Manfaat dari kompetensi sertifikasi profesi tersebut bagi hotel atau restoran adalah sebagai pengakuan terkait tenaga profesional dibidang hotel dan restoran,” tuturnya.

Ditemui diusai kegiatan, Wakil Walikota Tangerang, H. Sachrudin mengapresiasi kegiatan uji kompetensi yang diselenggarakan oleh pihak PHRI. Dengan adanya sertifikasi profesi ini, diharapkan mampu menambah profesionalisme dan etos kerja dari karyawan khususnya di bidang pariwisata.

“Kalau mereka profesional akan berdampak juga pada peningkatan kesejahteraan dari pengusaha hotel dan restoran serta pegawainya sendiri,” kata Sachrudin.

Selain itu, tambah Sachrudin, uji kompetensi profesi ini juga dimaksudkan agar mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibidang pariwisata setiap tahunnya.

“Alhamdulillah, tahun 2018 PAD kita mencapai 322 milyar rupiah, untuk tahun ini semoga bisa mencapai 360 milyar rupiah,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang, Rina Hernaningsih menjelaskan, di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini, uji kompetensi sangat diperlukan agar pengusaha perhotelan dan restoran dapat bersaing secara profesional.

“Saya berharap mereka lulus semua dengan skill yang dimiliki masing-masing. Karena kalau mereka sudah punya sertifikat bisa bekerja, bahkan ke internasional, karena sertifikat ini berlaku juga di luar negeri,” jelas Rina.

Disbudpar pun mendukung penuh berbagai event kepariwisataan di Kota Tangerang, guna meningkatkan kunjungan wisatawan yang akan berdapak pada pendapatan bagi hotel dan restoran.

“Terdekat ini ada event Festival Cisadane dan Festival Budaya kemudian ada Culinary Night setiap bulannya, seluruh event akan kita dukung penuh bekerjasama dengan hotel dan restoran,” tukasnya. (ben)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *