Tower dalam Menara Masjid Al-Jariyah Serua Indah, Lurah : Itu Urusan Lurah Sebelum Saya

oleh -
Tower dalam menara masjid itu beroperasi sejak tahun 2014, letaknya persis di bagian sisi masjid, berdampingan dekat tempat wudhu dan toilet

Monitor, Tangsel – Keberadaan tower provider dalam sebuah menara Masjid Al-Jariyah, Serua Indah, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Sebagian tak mau ambil pusing dan menganggapnya hal wajar, lantaran sewa pemasangan instalasi itu menguntungkan kas keuangan masjid. Disebutkan, pengelola membayar sewa mencapai sekira Rp500 juta dalam periode tertentu.

Meskipun ada beberapa hal yang wajib diketahui masyarakat, misalnya soal persetujuan warga, perizinan, dan yang tak kalah penting adalah soal tansparansi kesepakatan antara pengelola tower dengan pengurus masjid.

Kegelisahan warga mengenai transparansi keberadaan tower itu hanya jadi buah bibir dari mulut ke mulut. Kebanyakan mereka merasa sungkan, bahkan ada juga yang merasa khawatir diintimidasi jika menanyakan secara terbuka.

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan tower dalam menara Masjid Al-Jariyah, Lurah Serua Indah, Iwan Sutisna, enggan memberi tanggapan. Dia hanya memberi keterangan singkat, bahwa proses pembangunan tower itu terjadi di masa lurah sebelumnya.

“Itu urusan lurah sebelum saya, saya nggak mau komentar. Saya jadi lurah di sini, towernya sudah operasional,” katanya kepada wartawan ditemui di Kantor Lurah Serua Indah, Senin(24/08/2020).

Menurut dia, jika pun ada warga yang ingin memertanyakan transparansi keberadaan tower maka sebaiknya dikonfirmasi lebih dulu ke pengurus masjid, sehingga situasinya akan lebih kondusif.

“Kalau ada sesuatu ya sebaiknya dibicarakan dengan pengurusnya,” jelasnya.

Monitor sempat mengonfirmasi mengenai keberadaan tower itu kepada Humas Masjid Al-Jariyah, Agus Munjir. Dikatakan dia, jika sebenarnya tak ada masalah yang harus dipertanyakan terkait kontrak kerjasama antara pengurus DKM Masjid Al-Jariyah dengan pengelola tower.

“Apa keuntungannya mengangkat masalah ini?. Semua dokumen kontrak segala macam lengkap, persetujuan dari warga, kelurahan, kecamatan, Polres ada semua. Nanti bisa saya tunjukkan,” terang Agus dikonfirmasi terpisah.

Dibeberkan dia, kerjasama kontrak dengan pengelola tower sebenarnya justru membantu kas keuangan Masjid Al-Jariyah. Di mana dari uang kompensasi yang diberikan sebesar Rp400 juta, digunakan untuk pemangunan fasilitas masjid.

“Uang itu digunakan untuk pembanguan tempat wudhu, dibangun juga aula. Karena dulu kondisi masjid awal-awal nggak begitu. Akhirnya uang kompensasi itu kita manfaatkan buat pembangunan masjid,” pungkasnya. (bli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *