Tujuh Kios di Pasar Sepatan Dibongkar

oleh -

Monitor, kabupaten- Sedikitnya tujuh kios yang berada di pinggir Jalan Raya Sepatan – Pakuhaji, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, ditertibkan dan dibongkar oleh petugas gabungan, pada Sabtu (28/19/2019) kemarin.

Camat Sepatan, Dadang Sudrajat mengungkapkan, ketujuh bangunan kios yang tertertibkan tersebut, berdiri diatas lahan Pemda yang dulunya milik desa atau Kelurahan Sepatan.

Setelah ditertibkan, kata Dadang, para pedagang akan direlokasi ke dalam pasar yang sudah disiapkan, agar lebih tertata dan tidak mengganggu ketertiban umum.

“Rencana awal kita sudah mulai pendataan, verifikasi kemudian sampai dengan ada relokasi dari mulai pengundian dan salah satu action hari ini, kita memulai menertibkan bangunan yang berdiri di tanah aset Pemda yang dulunya aset desa atau kelurahan Sepatan yang di antaranya ada diisi oleh sekian lama oleh warga yang digunakan buat usaha, tapi kemarin ada solusi bahwa mereka siap membongkar tanpa ada paksaan,” kata Dadang, saat memimpin langsung pelaksanaan penertiban bangunan liar di Pasar Sepatan, Sabtu (28/12/2019).

Dadang menjelaskan, pihaknya telah memberikan solusi tempat relokasi yang lebih nyaman bagi para pedagang yang biasa menggelar dagangannya di pinggirin jalan dan irigasi.

“Karena mereka dagang ya kita berikan juga lokasi pengganti, sehingga tidak ada yang dirugikan, justru kita memberikan kenyamanan kepada mereka,” ujarnya.

Dengan penertiban ini, Dadang berharap, para PKL yang lain dapat segera membongkar bangunannya sediri tanpa ada paksaan.

“Saya pikir yang lain juga kita berharap tidak kita bongkar paksa atau ribut karena kita lebih ke humanis dan mereka mau membongkar bersama-sama kita, artinya karena memang bukannya dibongkar tanpa ada solusi tapi ada solusi,” jelasnya.

Dadang mengaku, persiapan tempat relokasi bagi para PKL di Pasar Sepatan ini, sudah mencapai tujuh puluh persen.

“Para pedagang sudah mendaftarkan diri dan sudah dapat nomor undian kavling, ini tinggal kita sedang mempersiapkan lokasinya dan kini progresnya sudah hampir tujuh puluh persen,” paparnya.

Muhammad Masir salah satu pemilik kios yang dibongkar petugas mengaku mendukung penertiban bangunan liar dan para PKL di pasar Sepatan, dan siap untuk direlokasi ke lokasi pasar yang baru.

“Saya akan pindah ke dalam pasar, tapi mungkin usahanya bukan usaha ini, saya mendukung penertiban ini, supaya lebih nyaman,” kata Masir.

Sementara, Ketua Paguyuban Pasar Sepatan, Jembar mengatakan, pendataan dan penertiban pasar ini dalam rangka relokasi ketempat yang sudah di sediakan agar pedagang dan pembeli lebih nyaman dan aman.

“Alhamdulillah para pedagang semua sangat merespon apa yang kami lakukan demi perbaikan, karena Sepatan harus tertata baik, nyaman dan indah,” kata Jembar.

Dikatakannya, pendataan pasar dimulai dari sepanjang jalan Sepatan, Pondok Jaya, tanah merah, Sarakan sampai denga arah jalan Pakuhaji.

“Ada sekitar 400 lebih pedagang yang ada di pasar sepatan yang akan direlokasi,” ucapnya.

Menurut Jembar, Pemkab Tangerang sudah menyiapkan tempat untuk para pedagang agar tidak mengganggu ketertiban umum.

“Saya yakin, karena tim yang kami lakukan melalui proses pendekatan, Insya Allah akhir Desember sudah di resmikan,” ujarnya.(mul/mt01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *