Monitor, Tangsel-Dua unit rumah dan satu areal sumur warga Cluster Harmonia RW 17 RT 03 Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangsel tertimpa turap setinggi 10 meter milik Cluster Naraya. Turap roboh akibat curah hujan tinggi ditambah lagi rancangan kontruksi kurang ideal menjadi faktor utama, Selasa (27/1/2026).
Warga RW 17 RT 03, Tarmizi mengatakan insiden robohnya turap dengan panjang kurang lebih 40 meter, terjadi pada Kamis, (22/1/2026) pukul 10.00 Wib. Turap itu berlokasi di atas Cluster Harmonia yang berbatasan langsung dengan Cluster Naraya. Akibat kejadian itu membuat keluarganya trauma serta warga di sekitar mengalami hal yang sama.
“Anak-anak sampai kami ungsikan ke rumah mertua, karena mereka ketakutan dan ada rasa trauma akibat kejadian ini,” ujarnya.
Menurutnya turap setinggi 10 meter itu dirancang tidak sesuai dengan konstruksi yang ideal dengan melihat kontur tanah. Semestinya dibangun dengan pola terasering karena kontur tanahnya bertebing. Ini malah dibangun lurus dengan kemiringan 90 derajat.
“Saat pembangunan kami sudah sampaikan dan usulkan supaya dibangun terasering jadi aman. Malah dibangun lurus ya jelas ambruk tidak mampu menahan beban saat musim hujan. Ini yang kemudian menjadi faktor utama selain desain salah, ditambah musim hujan,” ujar pria pehobi motor besar (moge) itu.
Ditambah lagi, tiang pancang untuk menahan tanah ditanam di bagian dalam setelah turap. Akhirnya ratek. Idealnya, turap dibangun terlebih dahulu, baru tiang panjang ditanam. Jadi untuk menahan turap dan tekanan tanah dari atas.
“Ini yang keliru, seharusnya bored pile ada di luar turap untuk menahan pondasi. Bukan sebaliknya. Kalau seperti itu artinya mengabaikan keselamatan warga yang ada dibawah ,” ia mengutarakan kesal.
Mantan Caleg Golkar Provinsi Banten itu mendesak agar pengembang dari Cluster Naraya yang posisinya di atas dan juga berbeda RW, pembangunan turap semuanya dibongkar. Bukan hanya di titik longsor sepanjang 40 meter, tapi sepanjang turap yang membatasi Naraya dengan Harmonia ditata ulang.
“Kalau yang dibangun hanya di titik longsor ini bakal longsor kembali oleh karena itu perlu dibangun dari awal secara keseluruhan. Kemudian pakailah besi untuk mengingat. Kalau saya lihat, itu pondasinya tidak ada besinya,” tegasnya.
Ia menceritakan akibat kejadian ini, sampai-sampai, aktivitas di dapur dihentikan. Tembok turap yang bersebelahan pintu dapur rumahnya sudah miring dan sebagian sisi sudah bersandar.
“Dibagian belakang, tembok turap nyender sama tembok dapur. Sampai-sampai dinding dapur retak dihantam turap dari atas. Ini buat was-was siang malam,” ujarnya kesal.
Kerugian warga, selain bangunan rumah rusak, turap juga menutup aliran air sumur yang dipenuhi material tanah dan pondasi. Sehingga paralon yang menghubungkan ke rumah-rumah warga terhambat. “Warga sampai kesulitan karena akses air terhenti, mesin air mati dihantam material turap,” bebernya.
Hingga berita ditayangkan dari pihak pemasaran Cluster Naraya belum memberikan keterangan. Pada Selasa sempat menyambangi kantor pemasaran Cluster Naraya namun sepi sepi. Hanya ada satu orang dan meminta untuk konfirmasi kepada pengembang. Sedangkan Rony selaku Developer Naraya saat dihubungi tidak memberikan jawaban.
Sementara itu, aktivitas pengerukan material menggunakan alat berat diketahui dari pihak Cluster Naraya. (MT01)






