Viral Sengketa Tanah Berujung Penutupan Pagar Rumah Warga di Tangerang

oleh -

Monitor, Tangerang – Sebuah video yang menunjukkan sejumlah pria tengah menutup pagar rumah warga dengan tumpukan batu beton viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun instagram @cetul.22 itu terdapat keterangan lokasi yang beralamat di Jalan Pondok Kacang, Kampung Beberes, Ciledug. Akasia fitnes Center. Video telah dilihat sebanyak 1.206 tayangan setelah 4 jam diunggah.

Video tersebut disertai pula caption yang berbunyi,

“ASALAMUALAIKUM MIN. TOLONG BANTU SHARE DAN BANTU UP BIAR VIRAL. JANGAN KALAH SAMA PREMANISME.
SAYA CUMA KASIHAN SAMA IBU YG PUNYA RUMAH ITU DAN ADA ANAK2 KECILNYA YG BARU UMUR SEKITAR 3/4 TAHUN PINTU PAGERNYA NYA DI TUTUP BETON SEKITAR 2 METER SEHINGGA KALO MAU KELUAR MASUK HARUS MANJAT.dulu beli rumah n tanah sama bapak itu. SUDAH LAPOR PIHAK BERWAJIB TAPI TIDAK ADA KELANJUTANNYA. KATANYA SI YG PASANG PAGER BETON ITU PREMAN/JAGOAN SITU BANYAK YG TAKUT SAMA DIA. TOLONG BAPAK KEPOLISAN YG BERWAJIB YG TERHORMAT JANGAN KALAH SAMA PREMANISME,” tulis caption dalam video tersebut, dikutip Kamis (11/03/21).

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardana membenarkan peristiwa penutupan pagar rumah tersebut. Menurut dia, persoala itu dipicu sengketa tanah antar warga. Kasusnya pun telah dilaporkan ke Mapolres Tangerang Kota.

“Kalau nggak salah itu masalah sengketa tanah. Kasusnya sudah dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota. Dari kami Bhabinkamtibmas dan Babinsa sudah berupaya mediasi kedua belah pihak,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan pagar rumah warga itu terjadi pada tanggal 02 Maret 2021 siang. Anggota Bhabinkamtibmas Bripka Suhaedi, pun sempat mendatangi lokasi pemagaran.

Penutupan pagar rumah dilakukan oleh salah satu warga bernama Ruli, di mana dia mengklaim jika jalan tersebut milik orang tuanya. Persoalan itu sendiri sudah sampai tingkat kelurahan, kecamatan dan Pemkot Tangerang.

Hingga malam ini, kedua belah pihak yang bersengketa atas penutupan pagar rumah itu belum bisa dikonfirmasi untuk meluruskan kejadian tersebut.(bli)

Tinggalkan Balasan