Monitor Tangsel,— Kabar duka menyelimuti Kota Tangerang Selatan. H. Mathodah, tokoh pendidikan sekaligus mantan Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan periode 2019–2024 dari Partai Golkar, meninggal dunia pada Selasa, 27 Januari 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.
Almarhum mengembuskan napas terakhir di kediamannya yang berlokasi di Pondok Jagung, Kecamatan Serpong. Semasa hidupnya, H. Mathodah dikenal sebagai figur publik yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pemerintahan dan pendidikan.
Selain sebagai Anggota DPRD Kota Tangsel, almarhum juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel dan Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Tangsel.
Sahabat dekat almarhum, sekaligus mantan Kepala SMPN 3 Ciputat, H. Maryono mengenang H. Mathodah sebagai sosok birokrat yang sangat layak diteladani. Menurutnya, almarhum merupakan pribadi yang konsisten antara ucapan dan tindakan.
“Beliau itu senior dan sudah seperti orang tua di birokrasi. Apa yang diucapkan sejalan dengan perbuatannya. Alhamdulillah, semua orang yang saya dengar mengatakan beliau orang baik. Itu sebabnya pelayat yang datang sangat banyak,” ujar H. Maryono kepada monitortangerang.com melalui sambungan teleponnya, Selasa(27/1/2026).
Maryono menambahkan, selama mengenal almarhum, ia tidak pernah mendengar hal buruk terkait kepribadian maupun kiprah H. Mathodah, baik saat menjabat sebagai birokrat maupun ketika terjun ke dunia politik.
“Nasihat beliau selalu sederhana tapi dalam. Kalau jadi manusia, jadilah pribadi yang bisa diterima semua pihak. Kalau jadi birokrat, jadilah birokrat yang disenangi banyak orang, dan bekerja harus selalu berdasarkan SOP,” kenangnya.
Bahkan, lanjut Maryono, ketika almarhum berniat mengundurkan diri dari jabatan birokrasi untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kota Tangsel, H. Mathodah terlebih dahulu meminta pendapat dan berdiskusi secara matang.
Sementara itu, terkait penyebab wafatnya, H. Maryono yang sempat ngobrol dengan putri almarhum mengatakan, bahwa sekitar dua pekan sebelum meninggal, almarhum sempat terjatuh dan mengalami pembengkakan pada tangan. Kondisi kesehatannya kemudian terus menurun, diduga akibat komplikasi penyakit, termasuk penyakit diabetes.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka sebelum akhirnya dimakamkan pada hari yang sama. Prosesi pemakaman dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah.
“Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Deden Deni, serta sejumlah pejabat daerah lainnya juga hadir,” kata Maryono.
Kepergian H. Mathodah meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan yang mengenal almarhum sebagai sosok pemimpin yang rendah hati, berdedikasi, dan penuh keteladanan. (cr01/mln)








